Warjo Hadir Diseluruh Pelosok Pulau Bangka - Warjo (Warung Ijo)
Share

PANGKALPINANG, BABELREVIEW – Di seantero Pangkalpinang, nama Warjo sudah tidak asing lagi. Warung yang mengusung konsep a la carte tradisional, semi lesehan dan menawarkan masakan Jawa sebagai pembeda dengan warung-warung lain di kelasnya ini sudah sangat akrab di telinga masyarakat Pangkalpinang. Menempati lokasi di Jl Abdul Hamid atau depan Gedung Nasional, Warjo memiliki menu best seller berupa ayam dan bebek.

Adalah Evan Breco, seorang anak muda nyentrik yang pada Oktober 2013 lalu nekad mendirikan warung ini. Penggebuk drum sebuah band asal Jakarta ini ceritanya pada tahun 2010 mendapat kontrak untuk tampil di Pangkalpinang selama dua bulan. “Waktu itu nyari makan masih susah, tidak banyak pilihan,” kenang Evan. Tiga tahun kemudian Evan memutuskan resign dari band dan berencana membuka usaha warung makan di Pangkalpinang, dengan pertimbangan untuk menjawab kebutuhan pasar.

Pada awal usahanya, Evan hanya dibantu oleh beberapa personil karyawan yg kompeten di bidang produksi dan beberapa karyawan lagi untuk pelayanan yang semuanya dibawa dari Jawa. Mau nyari pegawai disini saat itu belum bisa, susah, gak ada yang mau,” kisahnya dengan logat Jawa yang kental. Bermodalkan tekad dan kemauan yang keras, akhirnya didirikanlah sebuah warung kecil sederhana meski tanpa pengalaman sedikitpun di bidang kuliner.

“Kacau?? Pasti! … Amburadul?? Iyaa!! Haha.. orang saya waktu memulai gak ngerti sama sekali soal kuliner kok,” begitu kenangnya sambil nyeruput teh hangat. Saat ditanya kenapa namanya “Warjo”, pria yang suka tersenyum ini menjelaskan bahwa selain memang warna warung yang dominan hijau, nama Warjo identik dengan kesederhanaan, mewakili harga yang murah, dan secara tidak langsung menunjukkan bahwa ini warung masakan Jawa.

“Warna hijau juga merupakan simbol kesuburan, simbol pertumbuhan, simbol kesejukan dan simbol kelancaran. Makanya pada traffict ligth, lampu hijau dipakai sebagai kode boleh jalan,” terangnya bersemangat. Akselerasi pertumbuhan warung ini dinilai cukup cepat oleh para pengamat kuliner. Itu juga yang disampaikan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam pidato sambutannya pada pembukaan Warjo cabang ke-10 di Airitam, Pangkalpinang. Di tahun pertama, Warjo hanya memiliki satu outlet, yaitu di depan Gedung Nasional.

Menginjak pertengahan tahun kedua, Evan mulai mencoba membuka cabangnya yang pertama di Jalan Air ruay Sungailiat. Kemudian enam bulan setelahnya ia membuka cabang kedua di Kabupaten Bangka Tengah, lalu dilanjutkan tiga bulan selanjutnya di Kabupaten Bangka Selatan, dan seterusnya. Sehingga dalam kurun 4 tahun lebih sudah berdiri 11 cabang yang tersebar di hampir seluruh pelosok Pulau Bangka ini.

Wow.. sebuah prestasi yang luar biasa bukan? Warjo mulai buka melayani pelanggannya dari pukul 10.00 pagi sampai 10.00 malam. Menu2 yang disediakan di Warjo antara lain masakan Jawa (sebagai tema), seperti gudeg, garangasem, sayur opor, sayur lodeh, rawon, botok udang/teri, dan sebagainya. Dan sebagai menu standart ada ayam bakar / goreng, ayam penyet, ayam geprek, ayam tepung, bebek goreng/bakar, dan lain-lain.

Darikesekian menu yang disediakan, ayam bakar dan bebek goreng adalah menu yg paling digemari dan diminati, bahkan menyumbang omset sampai 80 persen dari total omset harian. Meski warung ini sederhana, tapi warung ini dijuluki “warung para artis”. Terbukti dengan berderetnya foto-foto artis ibukota yg pernah datang dan makan di warung ini yang terpampang di sepanjang dinding warung.

“Warung ini dijuluki Warung Artis karena banyaknya artis ibukota yg memilih makan disini. Tapi menurut saya bukan itu poinnya. kami menganggap semua pelanggan kami adalah artis bagi kami, sehingga tidak tidak ada perbedaan pelayanan antara artis dengan pelanggan yang lain.

Siapapun tetap kami layani seperti artis. Jadi kalau mau jadi artis, datanglah ke Warjo, hehe…,” begitu kelakar pria berambut pirang ini. Dengan jumlah cabang yang sudah bisa dibilang banyak, tidak lantas membuat Evan berpuas diri. Dia terus menambah jumlah cabangnya sambil tetap membenahi cabang yang sudah ada. Terakhir membuka gerai cabang ke 11 di Belinyu.

“Kami sadar sepenuhnya bahwa kami masih sangat jauh dari sempurna, dan masih sangat banyak kekurangan disana-sini. Oleh karena itu kami selalu senantiasa berbenah, memperbaiki diri, menampung segala kritik dan saran, demi tercapainya pelayanan yang prima”, pungkas Evan. (*)

Sumber : https://babelreview.co.id/warjo-hadir-diseluruh-pelosok-pulau-bangka


Share